Don't miss

Wajah Suram Realisasi Jaminan Kesehatan Nasional 2014

By on August 22, 2013

Orang Miskin Dilarang SakitJAKARTA—Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan dimulai pada Januari 2014 masih diselimuti kabut tanda-tanya. Persoalan mengenai prosedur keanggotaan, nasib peserta Jamkesmas/Jamkesda selama proses peralihan dari tahun 2014-2019, klasifikasi dan klarifikasi pihak PBI (Penerima Biaya Iuran) dan Non PBI, maupun ruang lingkup pelayanan, menjadi sekelumit teka-teki yang menghantui masyarakat Indonesia. 

Belum sempat warga-warga kurang mampu di kota dan daerah sempat mengenyam pelayanan kesehatan gratis entah dari Jamkesmas, Jamkesda, Askes, atau Kartu Jakarta Sehat (KJS), saat ini telah muncul lagi sistem pelayanan kesehatan terbaru yang menurut Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) Said Iqbal dalam tribunenews.com (14/08/13), hanya akan mencakup keanggotan PBI sebatas 86,4 juta orang dari sekian ratus juta penduduk miskin Indonesia.

Bila menyusup pada kasus kesehatan di daerah, seperti Lumajang, program penyediaan ambulans oleh Bupati untuk kebutuhan warga desa ternyata baru diwujudkan di beberapa desa saja. Pun demikian, ambulans tersebut dikuasai Kades-kades setempat menjadi kendaraan dinas keluarga mereka. Aak’ Abdullah Kudus, salah satu pegiat komunitas di Lumajang dalam pertemuan diskusi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kesehatan di Hotel Sofyan Betawi Juli silam, menambahkan kisahnya, “Rata-rata pihak Kades menutup-nutupi bahwa warga desanya ada yang miskin. Efeknya, warga miskin tersebut tidak akan terdata,” Bahkan sepengetahuannya pihak-pihak yang memiliki akses ke Bupati maupun birokrasi, justru mendagangkan hubungan personalnya kepada warga desa yang ingin membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Di Kebumen berbeda pula permasalahannya. Mbah Sukarja, buruh pengangkut sampah yang bekerja mulai tengah malam sampai pukul 3 pagi, pada suatu fajar ditemukan terdampar di sawah karena tidak mampu menemukan jalan ke rumahnya sepulang dia bekerja. Diketahui dirinya menderita katarak akut, tidak lagi mampu melihat hingga jarak dekat. Mbah Sukarja tidak dapat berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit sebab belum memiliki Jamkesda. Ketika dibantu oleh pihak komunitas yang langsung mendatangi Bupati, barulah dirinya bisa berobat ke rumah sakit Kebumen terdekat.

“Ternyata model birokrasi memang harus dipalu dari atas. Saat itu juga Mbah Sukarja langsung dirujuk ke rumah sakit yang bisa melakukan operasi katarak, sama sekali tidak dipungut biaya. Jamkesmas ternyata juga bisa membiayai operasi katarak, di rumah sakit negeri maupun swasta yang dijadikan rujukan bagi Jamkesmas atau Jamkesda,” ujar Hariyanto, pegiat komunitas Kebumen.

Selain dua cerita di atas masih banyak lagi kasus lainnya yang mewarnai fenomena kerja pelayanan kesehatan di daerah-daerah. Pada dasarnya problematika yang muncul, diakibatkan masyarakat belum mampu menjangkau akses informasi terkait kebutuhan kesehatan mereka. Ketiadamerataan jangkauan informasi tersebut menyebabkan oknum-oknum tertentu bisa mendominasi akses untuk kepentingan pribadi, sedangkan di sisi lain sebagian besar warga yang membutuhkan justru kehilangan haknya untuk dapat menyembuhkan dirinya dari sakit dan sekarat.

Persoalan ini bukan hanya merupakan beban tugas Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) belaka yang masih memiliki keterbatasan gerak, sebagaimana disampaikan oleh Endah dari Dirjen Kominfo, “Tugas kita memang sosialisasi. Jadi Kominfo memang kerjanya di belakang, setelah menjadi regulasi baru bisa disosialisasikan. Kalau belum jadi regulasi, Kominfo tidak dapat mensosialisasikan”, melainkan juga menjadi tanggung-jawab semua pihak terkait termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berperan penuh atas eksekusi SJSN kesehatan pada Januari 2014 nanti. Tanpa upaya membuka kesetaraan akses informasi, cita-cita JKN maupun jaminan sosial lainnya hanya akan menemukan jurang kegagalannya. *

© MediaLink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,104 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>