Don't miss

Akses Informasi Ungkap Dampak Pencemaran PT IKPP (Bag 3)

By on May 30, 2014

lebani-legundiPenglasifikasian kelas Sungai Ciujung

Dari laporan audit tersebut, Sungai Ciujung direkomendasikan kelas empat. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,   Kelas empat, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Artinya masyarakat tidak bisa untuk melakukan aktivitas selain bercocok tanam dan sungai tersebut akan menjadi saluran limbah jika melihat peruntukannya. Padahal dari dulu masyarakat sudah menggunakan air sungai itu untuk kehidupan sehari-hari.

Berikut merupakan tabel Klasifikasi Mutu Air Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001

Pembagian Kelas Keterangan
Kelas Satu Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut
Kelas Dua Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan ,air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut
Kelas Tiga Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut
Kelas Empat Air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi,pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

Sedangkan masih dalam wawancara yang sama, Dr. Etty pun menerangkan fungsi dan cara pemulihan sungai tersebut. Sungai itu adalah ekosistem. Tidak  ada sungai untuk membuang limbah. Suatu ekosistem itu ada faktor biotik dan abiotik. Biotik itu seperti ikan, keong, kerang, kepiting, dan lain-lain. Faktor abiotik ya airnya itu. Suatu  ekosistem harus berdampingan dengan baik. Biologinya akan baik jika kualitasnya baik. Jika kualitasnya tidak baik, maka itu sudah menyalahi aturan.

Membuat sungai untuk pembuangan limbah itu sudah keliru. Tidak ada di dunia mana pun yang menggunakan sungai untuk membuang limbah. Bahkan di teks book dan jurnal manapun, tidak ada sungai untuk membuang limbah.  Aneh rasanya jika sungai dikatakan untuk membuang limbah. Sungai itu suatu ekosistem. Sistem yang harus dijaga dengan baik. Jika  biotiknya ada yang mati atau terganggu, artinya itu ada yang tidak benar.

Cara pemulihan sungai

Untuk menghentikan pencemaran tersebut memang harus di stop membuang limbah tersebut. Sungai memang bukan untuk membuang limbah. Keong  atau kijing itu bisa untuk mengurangi kadar racun yang terkandung dalam limbah tersebut. Tetapi  jangan dimakan. Setelah itu harus masuk Landfill, bukan TPA. Karena kalau masuk TPA air lindinya yang bahaya. Memang harus masuk landfill, Atau bisa kerjasama dengan  pabrik semen. Nanti di bakar dengan pembakaran di atas 10000 Celcius, agar Dioxin dan Furan itu hilang.

Dalam pembuangan limbah itu juga biasanya ada sedimen (pengendapan). Sedimen  itu pun harus dibakar. Jika dengan inesiator (pembakaran) 7000 atau kurang dari 10000 C, itu malah dioxin dan furannya akan menguap / keluar. Justru itu yang akan mencemari udara. Polusi  Itu yang akan dihirup dan terkena kulit, yang berdampak pada kanker kulit dan kanker paru-paru.

Bersambung ke Bagian 3

Gambar: http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2013/11/lebani-legundi.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,765 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>