Don't miss

ASIK Kebumen di Bulan November

By on November 23, 2013

ASIK KEBUMEN - Informasi tentang persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional sampai ke tingkat desa sangat minim. Mereka yang mendaptkan informasi, adalah pemerintah desa, kelompok masyarakat dan warga masyarakat  yang aktif mencari tahu sendiri. Mereka yang tidak aktif, bisa di pastikan tidak akan memperoleh informasi Jaminan Kesehatan secara utuh. Informasi yang di dapat pada umumnya baru lewat iklan atau acara di televisi, sesekali muncul di media cetak, pun untuk kalangan terbatas. Banyak hal sebab yang melatarbelakanginya. Apakah karena pemerintah daerah belum siap, informasi yang tidak sampai ke masyarakat atau masyarakat bersifat pasif terhadap program JKN ini dengan dipersepsikan akan sama pengelolaanya, tak jauh beda dengan program pemerintah sebelum-sebelumnya seperti BLSM, KPS dan sebagainya yang selalu menimbulkan gejolak di masyarakat.

Beberapa kali Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Rini K, Mkes menyampaikan dalam forum, minimnya sosialisasi yang di lakukan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan salah satunya adalah tidak ada anggaran untuk acara sosialisasi JKN. Beliau juga sangat terbantu dan berterima kasih kepada Komunitas Informasi Pojok JKN Kebumen yang telah melakukan, mengadakan banyak disukusi warga membahas seputar  Jaminan Kesehatan di Kebumen. Dinas Kesehatan tak pernah absen jika di undang oleh masyarakat di bantu Komunitas Informasi Pojok JKN untuk berdiskusi dengan warga. Malah, langsung di hadiri kepala dinasnya. Ini sesuai dengan pernyataan dr Rini pada diskusi publik September 2013, bahwa Komunitas Infromasi Pojok JKN agar menyertakan Dinas Kesehatan dalam acara-acara yang di adakan selama 6 bulan sesuai program ASIK di Kebumen untuk sementara ini.

koordinasi dg lurah

koordinasi dg lurah

Komunitas Kebumen, pada bulan November 2013 ini, mencoba ekspan ke desa lain yaitu desa Trikarso Kecamatan Sruweng. Desa ini bukan merupakan desa baru dalam relasi komunitas. Pembentukan Komunitas pada Agustus 2013 bertempat di Rumah Bapak H Bagyo Kutosari, beberapa anggota komunitas merupakan warga desa di luar Kutosari. Sebagian besar komunitas memang warga Kutosari. Beberapa anggota komunitas di desa lain adalah Slamet Kumdari, Hari Rastaman (Trikarso), Taryono (Kedawung), Gus Supri (Kuwayuhan). Dalam perjalanan komunitas selama 3 bulan ini, banyak warga desa lain juga yang aktif berhubungan dalam mencari tahu inforamsi JKN seperti Slamet Suhardi (desa Jatiroto Kec. Buayan), Haryono (Klirong), Hartanto (Panjer) dan masih banyak warga desa lainnya yang akhir-akhir ini meminta di sambangi komunitas untuk berdiskusi dan transformasi pengetahuan tentang Jaminan Kesehatan di Kebumen. Ini di sebabkan, minimnya sosialisasi dan minimnya informasi yang di dapat warga masyarakat. Komunitas, tak bisa tutup mata dan tutup telinga atas kondisi ini.

Komunitas telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Trikarso, dimana kepala desanya (Sutrisno) sangat antusias berkait dengan aktualisasi Jaminan Kesehatan khususnya di desa yang dia pimpin. Pada Senin, 18 November di adakan diskusi komunitas dengan jajaran pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat dan warga biasa. Ini adalah diskusi sebagai awal, sebelum mengundang narasumber dari dinas Kesehatan, PT ASKES dan BPS pada Kamis, 21 November 2013.

Diskusi Publik pertama.

CO Kebumen, Hariyanto

CO Kebumen, Hariyanto

Diskusi tentang JKN yang pertama pada Senin 18 November 2013 bertempat di Balai desa Trikarso, sebagai pengundang adalah Kepala Desa Trikarso dan Komunitas Informasi Pojok JKN. Untuk nara sumber adalah dari Komunitas, Hariyanto CO Kebumen dengan di dampingi oleh CO 2 dan koordinator komunitas, Nanang Wahidin Yusuf. Diskusi ini membahas, kepsertaan Jamkesmas di desanya, kepesertaan Jamkesda dan desa harus melakukan apa untuk menyambut 1 Januari 2014. Peserta Jamkesmas, akan secara otomatis menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan yang biaya iurannya sudah di tanggung pemerintah. Sedangkan peserta Jamkesda untuk Kebumen, belum pasti terintegrasi menjadi PBI, karena belum adanya MoU seperti 107 kabupaten kota di Indonesia yang telah MoU dengan PT ASKES beberapa waktu yang lalu. 107 Kabupaten, telah mengintegrasikan program Jamkesda ke BPJS Kesehatan.

Peserta Diskusi 1

Peserta Diskusi 1

Kebumen, sampai saat ini belum ada informasi untuk integrasi. Salah satu sebabnya mungkin anggaran yang masih kecil. Informasi mengapa belum terintegrasi juga masih simpang siur. Di tahun 2013 ini sekitar 4 milyard untuk kuota 40 ribu lebih peserta Jamkesda. Jamkesda propinsi juga lumayan sedikit kuotanya. Untuk Kebumen ada kuota 571 peserta yang di biayai dengan shraing APBD Propinsi. Salah satu agenda komunitas, adalah mendesak agar Pemkab mengintegrasikan Program Jamkesda ke BPJS Kesehatan 2014. Setidaknya, pembiayaan Jamkesda menjamin semua pembiayaan pasien. Bukan dengan pola dana sharing yang sama halnya seperti dana bantuan. Terkesan setengah hati. Jika 2014 memang tidak memungkinkan dari sisi anggaran maupun lainnya, maka 2015 Program Jamkesda Kebumen harus sudah terintegrasi.

Diskusi Publik kedua.

Kepala DinKes

Kepala DinKes

Sedangkan Diskusi tentang JKN yang kedua bertempat di pendopo Desa Trikarso, sebagai pengundang adalah Komunitas Informasi Pojok JKN dan Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Sruweng. Diskusi ke dua dengan melibatkan kepala desa seluruh kecamatan Sruweng di karenakan pihak camat dan paguyuban kepala desa kecamatan Sruweng yang menyarankan agar diskusi JKN dengan mengundang narasumber dari Dinas Kesehatan, PT ASKES dan BPS sebaiknya harus di ketahui lebih luas.

BPS, Fahrudin SSi

BPS, Fahrudin SSi

Lagi-lagi, ini karena minimnya sosialisasi dan akses informasi yang terbatas dari pemerintah daerah dengan berbagai alasan klasiknya. Belum ada interuksi, tidak ada anggaran, nunggu interuksi dan sebagainya. Informasi yang di dapat secara sepotong-sepotong dari iklan dan talkshow televisi, belum menjamin masyarakat mengetahui apa itu jaminan kesehatan. Malah membuat bingung warga masyarakat, apa sebetulnya hak dan kewajibannya. Diskusi dengan nara sumber yang berkompeten di bidangnya menjadi strategis dan patut mendapat perhatian dari semua kalangan.

Peserta diskusi 2

Peserta diskusi 2

Posisi komunitas, adalah menjembatani, mediasi, dan mendorong pihak-pihak terkait agar memahami pelaksanaan jaminan kesehatan secara universal, mulai dari regulasi-regulasi, sistem pendataan, kepesertaan, pelaksanaan BPJS dan pengawasan jalannya JKN/BPJS Kesehatan. Komunitas sebagai storage informasi kesehatan juga memiliki database yang komplit. Dalam 3 bulan ini, komunitas sebagai tempat mengadu, mencari tahu informasi, mulai dari regulasi JKN sampai pada data warga miskin yang berhak menerima jaminan sosial dari pemerintah. Pertemuan dengan Sekda Kebumen H Adi Pandoyo pada awal November 2013, meminta secara langsung, kepada komunitas agar bersinergi dengan Pemkab dan mengawal jalannya JKN di Kebumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,104 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>