Don't miss

Dampak Pencemaran PT IKPP di Hilir Sungai Ciujung

By on May 12, 2014

diskusi tengkurakJAKARTA – Desa Tengkurak, Kecamata Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten merupakan desa yang berada di hilir Sungai Ciujung. Dapat dikatakan juga salah satu desa yang memiliki dampak pembuangan limbah PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) ke Sungai Ciujung.

Minggu (12/5/2014), siang itu diadakan forum diskusi masyarakat terkait pembuangan limbah PT IKPP yang dihadiri WALHI, ICEL, MediaLink, dan Komunitas Riung Hijau bersama masyarakat dan aparatur Desa Tengkurak yang dilaksanakan di kantor  Desa Tengkurak. Selain dihadiri oleh yang disebutkan diatas, ada juga masyarakat dari Desa Lontar dan Kibin yang mengikuti diskusi tersebut.

Cuaca yang terik dan suhu yang cukup panas di daerah pesisir itu tidak menjadi hambatan dalam proses diskusi yang diadakan di kantor desa yang berukuran sekitar 4 x 10 meter tersebut. Fasilitas infrastruktur  seperti kantor desa yang sangat sederhana dengan keterbatasan fasilitasnya dan akses jalan yang rusak di desa itu menjadi bukti bahwa pembangunan yang ada di Provinsi Banten belum adil dan merata.

Selain belum merasakan pembangunan yang layak, sejak awal tahun 90-an masyarakat Desa Tengkurak diresahkan dengan kehadiran limbah PT IKPP  yang dibuang ke Sungai Ciujung. Pengakuan Bapak Suryadi, Kepala Desa yang baru terpilih sekitar 5 bulan lalu mengatakan bahwa tahun 80-an dan sebelumnya merupakan masa kejayaan masyarakat Tengkurak. Di sanalah ikan masih banyak dan pertanian juga masih subur. Tetapi sejak kehadiran limbah tersebut, semua penghasilan menurun drastis.

Sebagian besar masyarakat Tengkurak saat ini sebagai petambak, ada juga yang masih melaut dan bertani. Banyak juga masyarakat Tengkurak yang saat ini telah pindah rumah dikarenakan tidak tahan dengan bahaya dan baunya limbah serta hilangnya mata pencaharian mereka yang sebagai nelayan dan petani. Dari tahun 90-an sampai saat ini masyarakat terus berupaya agar perusahaan itu menghentikan aktifitasnya dalam membuang limbah.

Kita semua tau bahwa ujung aliran air limbah yang dibuang ke sungai adalah daerah pesisir, di manapun wilayahnya. Seperti yang terjadi di daerah Tengkurak, di mana limbah PT IKPP akan bermuara di Laut Jawa. Tetapi anehnya masyarakat tersebut seperti termarjinalkan dan seakan pemerintah tidak berani menghentikan aktifitas pembuangan limbah ini serta tidak memiliki solusi dari kasus tersebut yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Ironis memang, Negara yang menjamin masyarakatnya untuk mendapatkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat justru malah dilanggar oleh para pengurus Negara ini. Selain itu, hak atas informasi yang harus didapatkan oleh masyarakat tersebut dalam segala bidang seolah tidak menjadi perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,192 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>