Don't miss

Data Kepesertaan PBI di Wonosobo Masih Tumpang Tindih

By on October 27, 2015

DSCN3974

Bertempat di Balai Desa Keseneng- Wonosobo, selama tiga hari dari tanggal 26-28 Oktober 2015, MediaLink akan menggelar Loka Latih Data Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pemantauan Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Lokalatih ini diikuti oleh 15 peserta dari yang terdiri dari perangkat desa, perwakilan warga. Loka Latih bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pelaksanaan JKN, meningkatkan kapasistas masyarakat agar mampu melakukan verifikasi data kepesertaan PBI dan mampu melaksanakan pemantauan Layanan Kesehatan.

Loka latih ini difasilitatori oleh Muhammad Khayat dari Infest Yogyakarta. Sebagai pemateri, MediaLink menghadirkan Kepala Unit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  unit Wonosobo Prasetya Anang Braja, yang membahas tentang pengetahuan umum dan sosialisasi pelaksanaan program BPJS Kesehatan.

#3

Hari pertama loka latih, peserta diajak untuk mendiskusikan sudah sejauh mana masyarakat mengetahui sistemn BPJS ini. Dari beberapa jawaban mereka, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait dengan pelaksaan BPJS masih minim. Diantaranya adalah persoalan kepesertaan PBI maupun mandiri dan persoalan pelayanan.

Mugiharto sebagai kepala desa Keseneng, mengakui bahwa masih banyak warganya yang belum menjadi peserta BPJS. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan informasi terkait dengan pendaftaran BPJS secara mandiri.

“Pendaftaran berbasis Keluarga juga dirasa menjadi salah satu kendala, dimana seluruh anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga harus menjadi peserta,” tuturnya.

Selain itu, kendala dari BPJS adalah soal pembayaran. Mayoritas warga desa bekerja sebagai petani. Dimana penghasilannya mengikuti pola panen, hal itu membuat sebagian masyarakat tidak bisa membayarkan iuran dengan skema satu bulanan.

Namun, hal kendala kepesertaan BPJS Mandiri berbeda dengan peserta PBI. Yang menjadi persoalan PBI, adalah tidak validnya data kepersertaan yang ada.

#2

Menurut Sukardi selaku Sekretaris Desa Keseneng menyatakan bahwa data peserta PBI yang berasal dari BPJS Kesehatan sudah tidak sesuai dengan Kondisi masyarakat Desa Keseneng.

“Data warga pra sejahtera Desa Keseneng tidak sebanyak jumlah peserta PBI yang berasal dari BPJS,” lanjutnya menerangkan.

Hal ini terlihat saat dilakukan pembandingan data kesejahteraan mandiri desa dengan data existing dari BPJS Kesehatan. Sebelumnya Desa Keseneng dan Lengkong, telah melakukan pendataan kesejahteraan masyarakat secara mandiri, dengan indikator-indikator yang dibuat dan disepakati bersama oleh warga desa. Pendataan kesejahteraan mandiri ini diinisiasi oleh Infest Yogyakarta.

“Kami melihat adanya surplus peserta PBI, dimana ada dana iuran yang tidak tepat sasaran.”

Menanggapi data kepesertaan yang tumpang tindih, Siswanto Kepala Bagian Sosial dan Kesra, Dinas Sosial, Kabupaten Wonosobo, menyatakan bahwa data PPLS tahun 2011 baru dilakukan pemutakhiran pada tahun ini.

“Melihat persoalan kepesertaan PBI yang masih belum mutakhir, maka perlu adanya upaya pemutakhiran data secara partisipatif. Pendataan kesejahteraan desa secara mandiri yang telah dilakukan oleh Desa Keseneng dan Desa Lengkong, menjadi salah satu contoh upaya partisipatif masyarakat dalam sistem pemutakhiran data,” paparnya mengapresiasi. [Milliyya]

#1

Baca juga: Medialink Ajak Masyarakat Wonosobo ‘melek’ Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,765 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>