Don't miss

DinKes dan Camat Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Minimnya Sosialisasi JKN di Lumajang

By on January 23, 2014

images

 JAKARTA―Komunitas PINTER (Pusat Informasi Tegal Randu) menggelar Diskusi Informasi Publik Ke-7, Selasa, (17/12/2013) yang bertempat di Sekretariat PINTER, Lumajang. Diskusi informasi publik ini membahas mengenai seputar pelaksanaan program JKN yang ternyata masih minim sosialisasi. Dari hasil pantauan teman-teman komunitas PINTER, hingga saat ini pemerintah daerah Kabupaten Lumajang masih belum melakukan sosialisasi apapun kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan JKN. Informasi JKN yang beredar selama ini di masyarakat masih simpang-siur dan belum ada instruksi dari pemerintah daerah terhadap pemerintah tingkat desa untuk melakukan sosialisasi program JKN.

Menurut berita yang beredar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang sudah melakukan sosialisasi kepada camat-camat se-Kabupaten Lumajang. Akan tetapi faktanya, Camat Klakah tidak tahu sama sekali ketika ditanyai soal JKN.

“Ada dua kemungkinan dalam hal ini. Bisa jadi Dinas Kesehatan yang memang tidak melakukan sosialisasi, tetapi bisa jadi pula Camatnya yang tidak datang ketika diundang oleh Dinas Kesehatan,” tutur Nasihin dari pemimpin redaksi buletin PINTER.

Ketika ditanyai terkait program JKN, beberapa dinas di Pemkab Lumajang bahkan semuanya melempar ke Dinkes. Padahal seharusnya bukan hanya Dinkes yang bertanggung-jawab untuk melancarkan program JKN sementara para anggota dewan yang lain tak banyak berbuat untuk masalah ini. Para anggota dewan tersebut dinilai sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mencari dukungan suara menjelang Pemilu 2014.

“Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya Kabupaten Lumajang sama sekali tidak mempunyai kesiapan untuk menyongsong JKN seolah JKN bukanlah sesuatu yang penting. Bahkan nampaknya jauh lebih penting acara peringatan Hari Jadi Lumajang yang jatuh pada bulan Desember ini dibandingkan dengan JKN yang langsung menyentuh kepentingan orang banyak,“ tegas salah satu anggota Komunitas PINTER.

Sementara itu, pada tanggal 18, 19, dan 21 Desember 2013 yang akan datang, Kabupaten Lumajang akan menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa (Kades) di 156 desa secara serentak. Adanya pemilihan Kades dikhawatirkan akan menimbulkan interpretasi yang salah bagi masyarakat akibat minimnya sosialisasi program JKN.

“Nanti dikiranya sejak Kades yang baru ini kemudian ada iuran JKN,” ungkap Asy’ari dari Komunitas PINTER dengan penuh kekhawatiran.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Masalahnya, masih banyak masyarakat di desa-desa Kabupaten Lumajang yang mengerti bahwa pemerintahan hanya sebatas sampai tingkat desa sehingga tidak paham mengenai pemerintahan yang ada di tingkat atasnya. “Bisa jadi Kades yang baru akan menjadi sasaran tudingan masyarakat yang tidak paham. Dianggapnya Kades ini yang membuat program JKN,” lanjut Asy’ari. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,818 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>