Don't miss

DPRD Serang Janji Bantu Warga Pulihkan Ciujung

By on May 3, 2016

Jpeg

Serang Banten-Pada 12 Februari 2016 lalu Kepala Desa (Kades) Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang bersama dengan koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Medialink, Riung Hijau, Wahana Lingkungan Lestari (Walet), Saung Tani Institute, dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) bertandang ke Komisi IV DPRD Kota Serang. Keperluan Koalisi tersebut adalah untuk beraudiensi membicarakan permasalahan Pencemaran sungai Ci Ujung di Serang. Kedatangan Koalisi terssebut diterima secara langsung Anggota Komisi IV DPRD Banten, Muhamad Najib Hamas dan H. Hasan Maksidi

Ketua LSM Wahana Lingkungan Lestari (Walet), Bowo Haksa mengatakan, tujuan hearing ini bagaimana peran antara pemerintah dan masyarakat bisa saling mendukung. Karena biasanya kegiatan Riung Hijau tidak diiringi dukungan dari pemerintah. Makanya diadakan duduk bareng pemerintah. Sungai Ciujung merupakan sungai sejarah kejayaan Sultan Agung juga. Karena itu dia berharap setelah adanya audiensi dan konsultasi dengan DPRD Banten ada tindak lanjut dan sikap yang jelas dari DPRD dan Pemprov Banten. Karena Limbah-limbah industri yang ada di daerah aliran sungai sudah merusak kondisi sungai dan kualitas airnya, perlu ada tindakan rehabilitasi agar sungai kembali baik

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Desa tangkurak sepertinya desa terparah yang terkena dampak dan sungai ciujung juga terkena pendangkalan sehingga menghambat aktivitas nelayan, dan tambak yang juga ikut tercemar. Kendati tercemar proses penegakan hukum terhadap pelaku pencemarannya tidak jelas. Ironisnya hal itu sudah disampaikan kepada Menteri lingkungan Hidup. Karena itu masyarakat meminta agar proses penegakan hukum terhadap perusahaan yang  melangar di Serang Timur dipercepat.

Anggota Komisi IV DPRD Banten, Muhamad Najib Hamas mengatakan kesepakatan pertemuan antara warga Desa Tengkurak bersama dengan masyarakat sipil dengan DPRD adalah akan mengoptimalkan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung. Forum tersebut katanya untuk mengoptimalkan Forum DAS Ciujung sekaligus menindak lanjuti program-program action plan yang lebih konksrit untuk memiminmalisasi dampak dari akumulusi permaslaahan ciujung di masa depan.

Selain itu dia mengusulkan agar memfasilitasi Forum Daerah Aliran Sungai Ciujung. Dari situ diadakan pertemuan rutin untuk fokus menyelesaikan permasalahan Ciujung misalkan sedimentasi sekaligus bagaimana agar dampaknya diminimalisir. Selanjutkan dalam pertemuan rutin tersebut diidentifikasi masalah apa saja yang bisa diselesaikan oleh perusahaan, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Selain itu karena masalahnya sudah lama, perlu juga untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan, yang belum, dan yang akan dilakukan. Dialog rutin itu juga bertujuan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi rekomendasi forum tersebut bisa terlaksana.

Agar konkret kata Najib Setiap pertemuan ada Rencana tindak lanjut yang harus dijalankan sekaligus update apa yang sedang dan sudah dilakukan.Namun untuk pendanaan, pada tahun 2016 belum ada anggarannya, namun DPRD dan masyarakat sipil bisa mendorong Gubernur menyurati Menteri LHK. Jadi  pertemuan ini pertama dan terakhir tapi petemuan pertama untuk dialog selanjutnya.

Masih menurut Najib usulan yang keluar adalah adalah pengerukan. Namun dia mempertanyakan apakah pengerukan menjadi pilihan yang tepat. Menurutnya hal itu harus dibahas oleh pihak yang kompeten. Kendati dimikian dia sepakat jika terhadap segala bentuk perbaikan kualitas Sungai Ciujung. Dia berharap perbaikan kualitas sungai ciujung bisa juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Serang ke depan.

Usulan Anggota Komisi IV DPRD Najib tersebut diamini oleh Suwanda. Menurutnya masalah pendangkalan berkaitan langsung dengan kondisi fisik dari Sungai Ciujung. Kaitannya pendangkalan ini pastinya ada kaitan dengan masalah teknis dan masalah non-teknis. Sehingga mau tidak mau secara teknis jika ingin melakukan normalisasi haruslah dengan pengerukan. Namun yang menjadi masalah kewenangan sungai Ciujung berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepada Penggiat Lingkungan dia meminta agar men-sosialisasikan mengenai larangan penebangan pohon. Kita perlu upaya pencegahan bagaimana sungai itu tidak dibelakangi rumah-rumah, caranya dibuat jalan inspeksi. Ini sebagai rekayasa engineering. Dia juga meminta agar mensosialisasikan slogan ‘perusak lingkungan adalah koruptor tersembunyi’. Pada intinya pihaknya fokus kepada konstruksi untuk pengerukan. Masalah pencemaran itu adalah domain dari BLHD.

Margaretha Quina dalam kesenoatan itu juga menyampaikan update pertemuan dengan multistakeholder, ada dari BBWS, KLHK, BLHD, hasil rapatnya sudah dikirimkan juga ke Komisi IV DPRD Provinsi. Di pertemuan itu pihkanya memminta instansi untuk mendiskusikan RTL di 2016 untuk quick winnya. Setidaknya ada 4 hal yang disepakati. Penanggung Jawabnya belum keluar nama tapi secara institusional mereka sepakat untuk melaksanakannya.

Terkait penegakan hukum disepakati Dirjen Penegakan Hukum KLHK untuk mensosialisasikan penegakan hukum, BLH Kab Serang sepakat untuk sosialisi 14 sanksi administrasi dari perusahaan yang wilayah kerjanya di bawah BLH Kab Serang, untuk Forum DAS nanti akan di-lead oleh BLH Provinsi. Karena itu Quina mendesak kepada DPRD untuk bisa menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersbeut. Untuk pengerukan di sungai Ciujung, masih belum jelas penanggung jawabnya. Pihaknya sudah mohon penjelasan dari PU bagaimana, namun belum ada balasan. Untuk penetapan kelas Ciujung, KLHK  meminta Gubernur untuk menyurati KLHK untuk penetapan kelas DAS Ciujung, tapi sampai sekarang  belum mendapatkan respon.

Dia juga berharap agar RTL yang sudah ada tersebut bisa dilaksanakan sehingga ada tindaklanjutnya. Selain itu dia menilai jika progres ini bisa disampaikan kepada masyarakat.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,108 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>