Don't miss

Media Link Gelar Pelatihan Jurnalisme Warga di Serang

By on June 21, 2016

pelatihan-jurnalistikSerang-Media Link bekerjasama dengan Riung Hijau mengadakan pelatihan jurnalistik untuk remaja di Kantor Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Serang Banten. Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa 31 Juni 2016 itu mengambil tema “Menulis Untuk #PulihkanCiujung diikuti oleh 30 orang remaja dan pemuda dari Desa Tengkurak dan sekitarnya. Selain itu Pelatihan ini juga diikuti oleh Mahasiswa dari beberapa Universitas di Serang. Pelatihan ini berlangsung di Kantor Kantor Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Banten

Tujuan dilaksanakan pelatihan jurnalistik ini adalah untuk melatih para remaja dalam menyampaikan informasi seputar lingkungan terutama pencemaran sungai yang sudah sangat parah. Selain itu pelatihan ini bermaksud mengenalkan remaja pada dunia jurnalistik dan membuat remaja mampu mengelola reportase sederhana sekaligus mampu menerbitkannnya dalam bentuk status di facebook, twit di twitter dan media sosial lainnya.

Pasalnya Pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten yang mengeluarkan izin pembuangan limbah termasuk yang bertanggung jawab bagi tercemarnya sungai Ciujung di Serang. Apalagi di Serang, Banten, Sungai Ciujung merupakan sumber utama penghidupan masyarakat sekitar. Karena masyarakat biasa menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari mulai dari MCK,  irigasi, budidaya tambak dan ternak, sampai untuk konsumsi air minum. Akan sejak banyaknya limbah yang dibuang ke sungai air sungai yang dulu bisa dipakai buat MCK kini tak bisa lagi. Penghasilan para nelayan dan petani tambak jauh sekali berkurang.

Menurut informasi dari Pemerintah,  hingga saat ini sudah ada 16 perusahaan yang diberikan sanksi bermacam-macam mulai dari teguran hingga sanksi paksaaan pemerintah. Karena itu remaja perlu menyuarakan berbagai kondisi menyedihkan itu kepada publik lebih luas. Cara-cara kreatif merupakan salah satu metode untuk menarik perhatian publik pada kasus pencemaran Sungai Ciujung dan aliran-aliran sungai di sekitarnya. Pelatihan jurnalistik  merupakan salah satu cara menyuarakan berbagai pengalaman masyarakat mengenai dampak pencemaran aliran sungai Ciujung terhadap kehidupan mereka kepada masyarakat luas.

Program Oficer Medialink Kusairi berharap dari peserta-peserta pelatihan jurnalistik ini lahir jurnalis-jurnalis warga yang handal yang bisa mengabarkan kepada dunia luar betapa mendesaknya sungai Ciujung untuk segera dipulihkan.

Hal senada diungkap oleh Koordinator Riung Hijau Anton. Menurutnya pelatihan jurnalistik ini bertujuan sebagai ajang untuk melatih para remaja dalam menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di Sungai Ciujung ke dunia luar. Sehingga kasus pencemaran Ciujung bisa segera teratasi.

Pemateri dalam acara ini Fathuri menyampaikan jika membuat berita itu gampang. Tergantung kepada kuatnya niat dari seseorang. Menurut Fathuri sebagai pengetahuan dasar panduan menulis berita adalah 5W1H yaitu apa,  kapan, di mana, siapa, mengapa dan bagaimana.

Fathuri dalam paparannya banyak menjelaskan seputar Jurnalisme lingkungan untuk memperhatikan lingkungan sekeliling. Bahwa kerusakan lingkungan itu sesuatu fakta di sekeliling. Karena itu tidak boleh tidak harus memberi perhatian dan tutut serta dalam memperbaiki dengan segala upaya. Salah satunya dengan menyebarkan itu kepada khalayak sehingga menjadi perhatian bersama.

Dalam praktik lapangan, para peserta langsung ke lokasi pencemaran sungai ciujung di Desa Tengkurak. Dalam praktiknya para peserta mewancarai para nelayan, ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak yang juga merasakan dampak dari pencemaran sungai Ciujung.

Misalkan seperti diungkapkan oleh salah satu Nelayan Desa Tengkurak Sujana (50 tahun) yang diwawancarai peserta pelatihan jurnalistik. Menurut Sujana Sungai Ciujung sangat penting baginya dalam mencari ikan sebagai satu-satunya sumber penghidupannya. Namun hal itu berubah sejak 14 tahun di mana Perusahaan-perusahaan diberikan izinnya oleh Pemerintah untuk membuang limbah ke sungai Ciujung. Berdasarkan pengakuan Sujana limbah pabrik tersebut mengaliri sungai selama 12 bulan. Bahkan terkadang Sungai Ciujung berubah warna menjadi hitam pekat.  Tak ayal pencemaran Ciujung tersebut membuat Pak Sujana merana, sungai yang dulunya berlimpah sekarang semakin berkurang isinya.

Warga kata Sujana dalam menghadapi pencemaran Ciujung tersebut tidak diam saja. Berkali-berkali pihaknya mengadukan ke Pemerintah, namun katanya sampai sekarang belum memberikan hasil sama sekali. Sungai Ciujung masih saja tercemar bahkan cenderung makin parah. Karena itu dia meminta kepda Pemerintah agar masyatakat yang terkena dampak pencemaran agar diberi konpensasi agar beban hidup masyarakat lebih ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,765 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>