Don't miss

Menerima Perlakuan Berbeda, Penerima BPJS Minta Oknum Ditindak

By on October 29, 2015

Loka latih JKN di Wonosobo

Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) cabang Wonosobo Prasetya Anangbaja menyatakan akan bersikap tegas apabila ditemukan oknum yang memberikan perlakuan berbeda kepada penerima pelayanan BPJS di rumah sakit. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan menempatkan petugas di setiap rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS.

“Disitu tidak boleh ada perbedaan pelayanan dan tidak boleh ada pembatasan waktu. Kita tidak hanya tinggal diam dengan kasus yang terjadi di tingkat bawah. Apabila ditemukan oknum akan diminimalisir dan Kita (BPJS) akan menempatkan setiap petugas di RS,” kata Prasetya pada Loka Latih Data Kepesertaan PBI dan Pemantauan Layanan JKN yang diselenggarakan oleh Media Link, di desa Keseneng, Wonosobo, Jawa Tengah, kemarin.

BPJS maksimalkan pelayanan Rumah Sakit bagi peserta PBI

Selain itu, dia juga menjanjikan akan melakukan sosilasiasi seputar persoalan tersebut untuk mendorong rumah sakit merawat pasien sampai sembuh tanpa ada pembatasan waktu dan pembedaan pelayanan. Namun, upaya itu dapat cepat terselesaikan apabila masyarakat aktif melaporkan berbagai persoalan jaminan kesehatan ke BPJS pusat.

“BPJS melakukan antisipasi dengan melakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan dalam jangka waktu tiga bulan. Forum tersebut dijadikan ruang untuk menyampaikan soal pembedaan pelayanan pasien. Harapannya RS merawat sampai sembu. Setiap ada persoalan apapun di rumah sakit terkait BPJS diminta menuju ke BPJS Center,” tegasnya.

Seperti diketahui, perwakilan warga desa Keseneng Wonosobo, Sukardi yang mengikuti Loka Latih Data Kepesertaan PBI dan Pemantauan Layanan JKN mengaku mengalami perlakuan berbeda sebagai penerima BPJS di rumah sakit. Pihaknya mengharapkan BPJS dan Rumah Sakit memberikan pelayanan yang sama kepada orang miskin.

“Pertama, BPJS untuk warga yang tidak mampu yang berobat di Rumah Sakit. Di RS pelayanan bagi orang tidak mampu sangan berbeda dengan pelayanan pasien yang mandiri. Apakah memang dibedakan dalam pelayanan dan fasilitas obat yang diberikan ke orang miskin. Harapan saya, jangan sampai ada perbedaan baik untuk si kaya ataupun untuk si miskin,” tanyanya kepada perwakilan BPJS tersebut.

Sukardi memperkirakan adanya perlakuan berbeda bagi pasien miskin karena adanya permainan oknum nakal. Ia meminta pemerintah bersikap tegas kepada oknum tersebut yang cenderung mengambil untung di kala masyarakat miskin sulit memperoleh jaminan kesehatan.

“BPJS ujung-ujungnya banyak oknum yang bermain. Keponakan sempat menjalani operasi menggunakan BPJS tapi ada oknum yang memperlakukan kita seakan tidak tahu apa-apa soal peraturan BPJS. Juga ada perlakuan yang tidak manusiawi dalam pelayanan kesehatan. Saya mengusulkan agar oknum ditindak oleh pemerintah,” pungkasnya.

Baca juga:

Data Kepesertaan PBI di Wonosobo Masih Tumpang Tindih 

Perbedaan JKN dan Asuransi Komersial

Jaminan Kesehatan, Apakah Perlu?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,781 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>