Don't miss

Mengenal Jurnalisme Data

By on November 21, 2015

Jurnalisme data lahir dan berkembang di media daring. Sebagai kombinasi antara intuisi berita dalam tradisi jurnalisme dan kemampuan menampilkan cerita berdasarkan data yang luas dan beragam.

Istilah ini mulai populer pada 2010, saat Guardian dan New York Times mengolah dan menerbitkan data yang mereka dapat dari WikiLeaks. Data ini berbentuk spreadsheet (Excel) yang sangat banyak (92 ribu kolom), tentang keterlibatan militer AS dan sekutu di perang Afghanistan dari 2004 hingga 2009.

Buku Panduan Melakukan Jurnalisme Data JKN

 

Saat itu, mereka tidak tahu apa yang bisa dilakukan dengan lautan data itu, meski mereka sadar bahwa data itu penting dan sangat menarik bagi publik. Lalu mereka mengelompokkan data itu berdasarkan topik, tempat, atau jenis peristiwa.

Dari sini, mereka mendapatkan satu cerita kunci yang membuat perang ini khas: serangan terhadap militer Barat dengan menggunakan alat peledak buatan sendiri atau improvised explosive devices (IED). Serangan IED yang hampir mustahil diantisipasi dan dilawan ini kemudian menjadi pintu masuk terhadap lautan data itu.

Jurnalisme data akan mencapai potensinya terbaiknya jika tampil di media daring dalam bentuk yang interaktif. Yang kemudian mengembangkan semangat itu seiring kehadiran media daring, yang sanggup menyajikan laporan analisis data secara interaktif, lebih menarik, dan lebih luas. Lautan data menjadi prasyarat utama praktik ini.

Bagaimana Melakukan Jurnalisme Data

Seperti halnya sebelum melakukan segala bentuk jurnalisme, jurnalis harus melakukan riset terlebih dulu tentang topik yang akan ia tulis. Dalam jurnalisme data, pemahaman yang lengkap terhadap topik yang digarap adalah sebuah keharusan.

Jurnalisme yang baik adalah penggunaan bahasa yang baik dan efisien serta penyajian informasi yang relevan dan akurat. Jurnalisme data yang baik adalah jurnalisme yang baik dalam mengerjakan data yang memberikan gambaran besar akan suatu hal. Data ini biasanya berupa proses, rangkaian peristiwa, atau beragam fakta akan suatu hal.

Untuk bisa melakukan jurnalisme data secara baik, Anda juga harus menempatkan diri sebagai jurnalis, lengkap dengan semua teknik dan kecakapannya. Pemakaian bahasa yang baik adalah keunggulan utama wartawan. Wartawan seharusnya lebih unggul dalam menggunakan tulisan dibanding profesi lainnya.

Keunggulan menulis secara baik dan efisien dan kemampuan merangkum yang baik, adalah bekal untuk melakukan jurnalisme data. Sebab jurnalisme data berkenaan dengan intisari kedua kecakapan itu.

Dalam jurnalisme data, jurnalis menggunakan data untuk meningkatkan kedalaman liputan mereka: sajian lapisan-lapisan informasi yang terstruktur.

Mengapa Jurnalisme Data penting?

Seiring perkembangan teknologi yang melahirkan beragam informasi yang beredar secara cepat, sejumlah jurnalis berpendapat bahwa kerja mereka juga harus memberikan lebih dari sekadar informasi.

Jurnalisme data menciptakan pemahaman yang mendalam terhadap apa yang terjadi di sekeliling kita dan bagaimana itu bisa memengaruhi hidup kita.

Selain itu, sebagai wartawan Anda dituntut untu memahami dan mengkritisi data terhadap segala jenis informasi kita harus bertanya, Siapa sumbernya? Dari mana ia mengetahui informasi itu? Kepentingan apa yang ia miliki? Dan seterusnya.

Dalam jurnalisme data, kita juga harus selalu kritis terhadap set data yang kita baca. Dari mana asal informasi atau set data itu? Apakah angka-angka dalam set data itu membentuk gambaran yang logis? Apakah ada set data lain tentang topik yang sama tapi angkanya berbeda?

Baca juga: Media Link Terbitkan Buku Panduan Melakukan Jurnalisme Data Tentang JKN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,781 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>