Don't miss

Open Data, Kemudahan Akses Informasi bagi Masyarakat

By on January 23, 2014

JAKARTA―Pada sephoto 2si II “Peluncuran Jaringan Open Data Forum Indonesia” di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2013), Mardiyanto dari UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), ditunjuk menjadi pembicara pembuka dengan memperkenalkan Open Data. Open Data pada awalnya dibangun karena banyak data milik pemerintah yang sudah ada namun sulit diakses. Data tersebut sulit ditemukan di website dan susah diolah. Akibatnya, banyak kebijakan pemerintah yang sering dipertanyakan, seperti kuota, akuntabilitas yang diragukan, untuk apa saja uang pajak dipergunakan, dan transparansi dana. Masyarakat yang ingin mengawal program pemerintah pun, menjadi sulit karena tidak adanya ada data tersebut.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui apa manfaat dari Open Data. Melalui Open Data, masyarakat dapat mengawal kebijakan dan program pemerintah agar lebih transparan dan akuntabel,” menurut Mardiyanto. “Untuk menyamakan persepsi, terdapat 4 kriteria Open Data, yaitu data yang tersedia mudah diakses, terbuka untuk diigunakan kembali, terbuka untuk didistribusikan kembali dan mudah diolah, serta bebas biaya,” lanjutnya.

Langkah pertama yang dilakukan untuk membangun Open Data adalah membangun data itu sendiri, misalnya portal. “Dalam hal ini, yang dibutuhkan untuk  membangun open data bukan hanya akses, tetapi juga ketersediaan data. Hal yang sedang diupayakan adalah bagaimana membangun open data dari pusat hingga sampai ke daerah. Sampai saat ini pembangunan open data masih dalam proses tetapi sedang dipikirkan dari sisi demand. Apa saja kebutuhannya, apa edukasinya, apa saja manfaatnya, dan itu semua harus digerakkan secara bersama,” ungkap Mardiyanto.

Lebih jauh menurut Mardiyanto, Open Data memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Jika kualitas open data lebih baik, maka dapat mendorong dan mengawal program pemerintah agar lebih lebih akuntabel dan transparan. Hal ini memicu munculnya layanan publik yang lebih berkualitas. Selain itu, inovasi riset di sektor publik pun akan lebih banyak dilakukan. Maayarakat akan berpartisipasi dalam program pembangunan dan  mendorong pengembangan dunia usaha.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mendapatkan manfaat melalui Open Data. Kebijakan yang dibuat akan menjadi lebih efektif,dapat dipercaya, dan memicu munculnya layanan publik yang lebih berkualitas. “Akan tetapi, hal ini akan terjadi kalau data yang dibutuhkan tersedia. Bukan hanya pada level melek teknologi tetapi juga pada orang yang mampu memfasilitasi hingga level lokal,” tambahnyanya.

Fokus utama UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) dalam membangun jaringan Open Data, ada pada bidang fiskal moneter. sosial dan ekonomi, kemiskinan, spasial, urban, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya alam. Lebih jauh lagi menurut Mardiyanto, NGO (Non Governmental Organization) juga dapat mengawal penggunaan Open Data ini.

“NGO juga dapat turut membantu dalam pembangunan Open Data ini dengan cara 3M: membantu mengawal agar hal ini bisa terwujud, mengedukasi dan mengadvokasi, dan M yang terakhir yaitu mari bahu membahu bila ingin semuanya dapat berjalan dan memiliki manfaat,” tutur Mardiyanto di akhir presentasi. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,104 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>