Don't miss

Pengawasan Data Kepesertaan JKN-PBI-KIS Berbasis Warga

By on November 6, 2015

Belasan warga yang mengikuti Loka Latih Data Kepesertaan PBI dan Pemantauan Layanan JKN yang diselenggarakan oleh Media Link, di desa Keseneng-Wonosobo. Loka latih ini bertujuan agar Masyarakat mampu melakukan verifikasi data kepesertaan PBI dengan membandingkan data eksisting kepesertaan PBI dengan data Kesejahteraan Desa. Dimana harapannya masyarakat mampu untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap sistem pelayanan dalam Mekanisme JKN.

Loka Latih Data Kepesertaan PBI dan Pemantauan Layanan JKN di Wonosobo

Difasilitatori oleh Khayat Zaenal, peserta loka latih dibagi kedalam dua kelompok yakni kelompok desa Keseneng dan desa Lengkong untuk mengenal lembaga-lembaga yang mengelola data kepesertaan PBI di wilayahnya dan mempersentasikannya kepada peserta kelompok lain.

Hadir perwakilan dari desa Keseneng, yaitu Rodo Damara. Ia menuturkan bahwa ada 10 lembaga di desa Keseneng yang dating untuk meminta data warga. Diantaranya, BPS, Dinas Sosial, Kecamatan, KUA, BKKBN, Dinas Kesehatan, TNI/Polri, Dinas Pertanian, Bappermasdes dan KPU.

Sementara untuk desa Lengkong, ada 5 lembaga yang menjadi sumber data kepesertaan PBI. Dipersentasikan oleh Barno sebagai perwakilan desa Lengkong, lembaga itu diantaranya adalah PLKB, Babinsa, Dinas Pendidikan, BPS, dan PNPM.

“Secara umum dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdapat irisan data warga dan potensi desa. Dua data ini searah. Dimana, data dari warga ini dapat di klasifikasi. Data yang  jelas seperti data umur, jenis kelamin dll,” komentar Khayat Zaenal pada hasil persentasi peserta loka latih.

 

Belasan warga yang mengikuti Loka Latih Data Kepesertaan PBI dan Pemantauan Layanan JKN yang diselenggarakan oleh Media Link, di desa Keseneng-Wonosobo. Loka latih ini bertujuan agar Masyarakat mampu melakukan verifikasi data kepesertaan PBI dengan membandingkan data eksisting kepesertaan PBI dengan data Kesejahteraan Desa. Dimana harapannya masyarakat mampu untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap sistem pelayanan dalam Mekanisme JKN.

Menurut Khayat Zaenal, jika warga memiliki data valid maka warga dapat melakukan mengelola data tersebut untuk melakukan pembangunan desanya masing-masing.

Sayangnya, sejauh ini data tersebut masih belum dapat digunakan dengan spesifik.

“Data yang kami miliki sementara ini digunakan untuk pendataan internal desa saja,” ujar Sukardi kepala desa Keseneng menyayangkan.

Khayat Zaenal menghimbau, bahwa data JKN bisa disusun bersama jika saja warga diberikan tools yang bisa dipakai untuk memanfaatkan data yang dimiliki oleh desa.

“Yang lebih penting adalah, warga harus turut serta mengadvokasi pemutakhiran data, agar data yang masuk ke Kabupaten adalah data yang mutakhir dan valid agar kedepannya kepersertaan PBI tepat sasaran,” tegas Khayat Zaenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,781 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>