Don't miss

Penyuluhan dan Diskusi JKN di Gemeksekti

By on June 16, 2014

2014-06-11 10.55.192014-06-11 10.25.57Komunitas Informasi Pojok JKN bersama Puskesmas Kebumen III, kali ini bersosialisasi dan diskusi tentang JKN di balai desa Gemeksekti Kebumen pada hari Rabu, 11 Juni 2014. Hadir sebagai Nara sumber utama, Hariyanto Fadeli, Penggerak Komunitas yang juga direktur K3D Kebumen bersama anggota komunitas lainnya, di dampingi perwakilan dokter keluarga dr Rachmat dan drg Nurul Udi Astuti (Puskesmas Kebumen III) serta bidan desa, Fitriyana bertindak sebagai moderator.

Peserta yang hadir mencapai kurang lebih 45 orang, terdiri dari berbagai unsur, RT/RW, Tokoh Masyarakat, PKK, Posyandu, Ibu rumah tangga, peserta Jamkesmas, peserta ASKES dan lain sebagainya.

 Ngumuludin, dalam sambutanya menyampaikan, ini adalah diskusi JKN yang kedua kalinya. Setelah yang pertama di akhir tahun 2013 bersama Komunitas Informasi Pojok JKN bertempat di Gemeksekti bagian barat di Gedung MIN Tanuraksan. Kalau pertemuan terdahulu, lebih bersifat sosialisasi dalam rangka menyambut di berlakukannya era BPJS/JKN pada 1 Januari 2014. Sekarang, karena sudah berjalan, mungkin diskusi akan lebih menarik perhatian warga, karena barangkali banyak persoalan/problem yang di hadapi, baik yang sudah menjadi Peserta BPJs maupun kebingungan yang belum menjadi peserta BPJS.

Hariyanto menyampaikan paparannya untuk memancing diskusi dan forum menjadi lebih hidup dengan penyampaian sekilas regulasi JKN, BPJS, manfaat menjadi peserta BPJS, informasi kepesertaan Jamkesmas, Jamkesda tahun 2014, kepedulian pemerintah desa terhadap warga miskin yang belum terkover dalam Jamkesmas, kemana harus mengadu bila mengalami kebingungan dan sebagainya.

Komunitas Informasi Pojok JKN Kebumen, adalah salah satu tempat untuk mengadu bilamana terdapat persoalan warga, khususnya soal pelayanan di BPJS maupun pelayanan kesehatan di Faskes. Karena Komunitas kami, mendapat kepercayaan dari pihak Puskesmas Kebumen III dan juga BPJS Kesehatan untuk menjadi narasumber pada kegiatan publikasi informasi dan sosialisasi seperti kegiatan hari ini.

Di Puskesmas Kebumen III ini, sudah terjalin komunikasi antara pihak Puskesmas, dokter keluarga, dokter gigi, dan bidan desa. Sehingga dalam mengupayakan optimalisasi pelayanan peserta BPJS bisa terwujud. Oleh karenanya, kami menyarankan agar memilih dokter di wilayah Kebumen III saja, yang dekat, ada 9 dokter umum, 2 dokter gigi dan bidan di masing-masing desa juga ada, silahkan memilih yang paling cocok. Kalaupun memlih di luar wilayah Puskesmas Kebumen III juga boleh, namun dari sisi jarak pasti lebih jauh. Semua ini hak peserta untuk memilih.

dr Rachmat menyampaikan tentang pelayanan di Faskes tingkat pertama (dokter). Dimana peserta Jamkesmas sekarang boleh memilih, mengubah pilihan dokter keluarga (Faskes Pertama), agar peserta di wilayah Puskesmas Kebumen III memilih dokter di wilayah sini saja, yang dekat, ini hubungannya dengan akses jalan mudah dan dekat. Namun itu hak peserta untuk memilih yang jauh sekalipun. dr Rahmat juga menegaskan, walaupun jam praktek dokter hanya 6 jam, pagi 3 jam sore 3 jam atau 6 jam langsung, dia siap untuk melayani kapan saja waktunya selama pasien memang mendesak membutuhkannya. Akan lebih baik, menghubungi terlebih dahulu lewat sms.

drg Nurul Udi Astuti juga menambahkan, bahwa dirinya sekarang sudah membuka praktek 6 jam, bahkan lebih. Dulu, sebelum menjadi dokter BPJS, buka praktek hanya 3 jam. Soal waktu, saya buka mulai pukul 3 sampai jam 9 malam. Tetapi, jika peserta menginginkan pagi, bisa menemui saya di Puskesmas Kebumen III, tidak masalah, mau lewat Puskesmas atau saya sebagai dokter keluarga, tidak masalah, sama saja.

Bebas memilih bidan persalinan

Bidan Fitriyana juga ikut menambahkan, bahwa persalinan ibu melahirkan bagi peserta BPJS di tanggung oleh BPJS Kesehatan. bagi yang belum mengikuti peserta BPJS, maka membayar sendiri. Untuk peserta yang mau melahirkan, bebas memilih bidan di seluruh Kebumen. Peserta Hamil juga berhak untuk melakukan pemeriksaan rutin ataupun konsultasi ibu hamil lainnya, seluruhnya bagi peserta BPJS tidak di kenakan biaya. Ini di perlukan untuk rekam jejak kehamilan ibu, agar tindakan-tindakan persalinan sudah dapat di prediksi. Misalnya mau melahirkan di bidan, ataukah di Rumah sakit dalam keadaan tertentu, karena di sana peralatan jauh lebih lengkap. Persalianan normal bisa hanya di bidan.

Hamilin, salah satu warga yang sudah menjadi peserta BPJS, menanyakan soal perpindahan pilihan dokter jika tidak cocok, serta bagaimana soal mekanismes pembayaran serta keterlambatan pembayaran?

Ibu Julius, mempertanyakan soal pembedaan pelayanan pemeriksaan di dokter, dimana dokter yang dia pilih membagi dua, pagi untuk pemeriksaan pasien umum, sore untuk peserta BPJS. Padahal pasien sepertinya mendesak harus di periksa pagi. Pertanyaan lainnya adalah, batasan kepsertaan ASKES, berapa anak yang di tanggung BPJS.

Hariyanto menangapi pertanyaan-pertanyaan warga. Bahwa untuk perpindahan dokter keluarag bisa di lakukan setelah 3 bulan masa kepesertaan dengan mengisi formulir perubahan yang ada di BPJS. Jika akan berubah pilihan iuran kelas, maka saat ini baru di kabarkan, kalau sudah 1 tahun baru boleh memilih perubahan iuran/kelas.

Pembayaran iuran, boleh di lakukan di depan, misalnya untuk dua bulan atau bahkan 1 tahun. Pembayaran keterlambatan, setiap bulannya sebesar 2 %. Sebaiknya jangan terlambat. Misalnya, 3 bulan terlambat sedangkan pada bulan ke-4 peserta mengalami sakit dan akan mengunakan kartunya, maka peserta harus membayar tunggakan seluruhnya plus denda, nanti baru kartu akan aktif kembali.

Untuk batasan peserta eks ASKES, kalau dulu hanya 2 pasangan suami isteri, sekarang di tambah anak 2. Dimana, kepesertaan BPJS hanya 1 kartu untuk 1 KK (2 anak). Anak ke tiga, bisa di daftarkan mandiri ke BPJS Kesehatan menjadi peserta mandiri. Berbeda dengan peserta mandiri, kepesertaan di hitung per jiwa, iuran perbulan perjiwa. Kalau iuran PNS dan pensiunan PNS hanya di potong 5 % dari gajinya, itupun masih di bantu oleh pemerintah. Kalau peserta eks peserta Jamkesmas lain lagi, yang di tanggung oleh pemerintah sebesar Rp. 19.225 adalah untuk satu KK peserta Jamkesmas, tidak ada batasan jumlah anak.

Dr Rahmat menambahkan, jika peserta merasa dokter keluarga sangat banyak pasiennya sehingga antri, maka peserta bisa mengajukan perubahan data dokter keluarga, formulir juga bisa minta di dokter yang akan di pilih, atau datang saja ke kantor BPJS Kesehatan.

Diskusi berjalan dengan dialog interaktif antara narasumber dengan peserta, pertanyaan peserta di dominasi pada soal informasi tehnis menjadi peserta dan informasi pelayanan kesehatan di Faskes I maupun di faskes II.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,051 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>