Don't miss

Penyuluhan Kesehatan di Kutosari

By on June 9, 2014

Kutosari6Kutosari3ASIK KEBUMEN-Penyuluhan kesehatan di wilayah Puskesmas Kebumen III yang pertama kalinya di bulan ini di laksanakan untuk warga desa Kutosari bertempat di Balai desa Kutosari pada hari Rabu, 4 Juni 2014. Sebagai narasumber, Komunitas Informasi Pojok JKN di wakili oleh Nanang Wahidin Yusuf, di moderatori oleh Dani Fithriyadi, ST (Puskesmas Kebumen III).

Hadir dalam kegiatan tersebut,  1 dokter keluarga (dr Rachmat Wahyudi) dan 2 dokter gigi (drg Nurul Udi Astuti dan drg Mira Maria Mirza) untuk bersosialisasi diri dan sekilas meyampaikan tentang pelayanan kesehatan peserta BPJS pada Faskes primer (dokter).

Nanang wahidin Yusuf, menyampaikan ini adalah diskusi ketiga kalinya Komunitas Informasi Pojok JKN dengan warga desa Kutosari untuk berdiskusi masalah JKN. Dulu, kami menyelenggarakan diskusi publik tentang JKN di akhir tahun 2013. Diskusi yang dulu lebih pada publikasi informasi dan sosialisasi program JKN yang akan di berlakukan mulai 1 Januari tahun 2014. Sedangkan kali ini program JKN telah berjalan 5 bulan lebih. Tentu, materi menjadi berbeda. Mungkin, diskusi nanti akan lebih banyak ke persoalan pelaksanaan fasilitas peserta maun problem-problem yang muncul di masyarakat dalam 5 bulan ini.

Nanang memberikan penghantar tentang kerja-kerja komunitas khususnya untuk wilayah desa Kutosari. Di mana beberapa bulan yang lalu, telah melakukan pendataan warga miskin yang belum terkover dalam Program Jamkesmas, data tersebut kita kawal dan mudah-mudahan bisa di perhatikan oleh pemerintah agar mereka menjadi PBI (Penerima Bantuan Iuran). Kami berupaya mendorong agar pemerintah daerah memperhatikan data warga miskin diluar peserta Jamkesmas, termasuk di dalamnya penghuni panti dan anak yatim.

Untuk warga desa Kutosari, jika membutuhkan informasi yang cepat bisa menghubungi layanan sms/telpon gateway Komunitas Informasi Pojok JKN (087848394849) atau datang langsung kesana di Jl Tendean No 31 Kebumen. Kerja-kerja kami adalah mengawal jalannya program JKN khususnya tentang akses informasi kepesertaan dan informasi pelayanan kesehatan di Faskes Primer maupun Skunder (rujukan). Sedangkan urusan tehnis pelayanan kesehatan bisa datang dan berkonsultasi langsung di Puskesmas dan dokter yang dipilih.

Saat ini kami sedang mengawal jalannya program Prolanis (Pengelolaan Penyakit Kronis) yang sedang berjalan di Puskesmas Kebumen III. Kami mendorong kepada Puskesmas Kebumen III agar mempunyai data yang valid tentang peserta Prolanis khususnya peserta yang berpenyakit Hipertensi dan Diabetes Militus tingkat 2. Saat ini sedang di lakukan Verifikasi oleh Puskesmas Kebumen III setelah kemarin bidan desa melakukan pendataan di 6 desa/kelurahan. Peserta Prolanis, nantinya akan mendapat perhatian yang lebih dari Puskesmas. Peserta akan di rujuk ke Rumah sakit, akan di tangani langsung oleh dokter spesialis, nanti akan di rujuk balik ke Puskesmas Kebumen III beserta advis dokter, selanjutnya Peserta bisa mengambil obat untuk 1 bulan di apotik yang di tunjuk. Pelayanan ini sampai kondisi peserta normal pada umumnya. Bilamana peserta akan berobat lagi, peserta cukup datang ke Puskesmas Kebumen III untuk memperoleh rujukan obat di apotik yang di tunjuk oleh BPJS Kesehatan.

Dokter Rachmat, mengaku belum memahami secara menyeluruh sistem JKN ini, namun dia siap menjalankan sebagai dokter keluarga peserta BPJS Kesehatan. Dia juga mengkritisi masalah pemerataan dokter yang dipilih oleh peserta BPJS. Saat ini kondisi pasien dokter mengalami ketimpangan, ada dokter yang sangat banyak, ada dokter yang sedikit pasiennya. Dia menyarankan agar dokter yang sudah banyak di pilih sebagai dokter keluarga, agar peserta memilih dokter yang lain. Alasannya adalah, untuk menghindari antrian dan mendapat pemeriksaan dan pengobatan secepatnya, sehingga pasien lebih cepat di tangani dan bisa ada waktu sedikit untuk bertanya atau berkonsultasi dengan dokter.

Hal senada juga di sampaikan oleh drg Nurul Udi Astuti dan drg Mira Maria Mirza, yang juga memperkenalkan dirinya serta tentang pelayanan pemeriksaan gigi. Bahwa pelayanan periksa gigi, hanya boleh untuk yang sakit gigi dan ganti gigi palsu atau cabut gigi. Sedangkan untuk perawatan gigi, misalnya agar putih dan perawatan lainnya, tidak di jamin oleh BPJS Kesehatan. kami tetap melayani pemeriksaan untuk perawatan gigi, namun peserta membayar sendiri, karena ini tidak di jamin.

Nanang Wahidin Yusuf, menjawab beberapa pertanyaan peserta tentang pelayanan persalinan dan KB bagi peserta. Bahwa persalinan dan KB ini juga merupakan bagian dari pelayanan peserta BPJS Kesehatan. Jadi semua di tanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Faskes yang ada termasuk dokter. Sistem pelayanan kesehatan program JKN ini Universal, sehingga semua penyakit peserta BPJS Kesehatan di tanggung oleh BPJS Kesehatan melalui dokter/puskesmas dan rumah sakit, termasuk diantaranya pelayanan KB dan persalinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,195 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>