Don't miss

Prihatin Pencemaran, Warga Gelar Ruwatan Sungai Ciujung

By on October 16, 2015

DSC_3287

SERANG, 15/10/2015 - Sungai Ciujung adalah sungai sepanjang 147,2 kilometer yang berada di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kualitas air Sungai Ciujung sangat memperihatinkan hingga berpengaruh langsung kepada kehidupan masyarakat sosial ekonomi warga yang hidup di sepanjang tepian Sungai Ciujung, khususnya petani dan nelayan.

Air Sungai Ciujung yang berwarna hitam dan meruapkan aroma busuk diduga akibat terkontaminasi oleh limbah buangan berbagai jenis industry yang ada di Kabupaten Serang. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat; dalam hal ini BLHD Serang; dalam audiensi sebelumnya mengaku telah mengambil langkah tegas terhadap sejumlah perusahaan yang tidak patuh terhadap mekanisme pembuangan limbah yang sudah ditentukan.

Pada Kamis (15/10/2015), ICEL, WALHI menghadiri undangan Riung Hijau terkait dihelatnya Ruwatan Sungai Ciujung. Acara dipusatkan di Lapangan Desa Tengkurak yang notabene berada tepat disekitar muara Sungai Ciujung.

Setelah melalui serangkaian sermonial yang menyuguhkan kesenian setempat, acara Ruwatan dimulai dengan membawa arak-arakan sesembahan berupa hewan ternak dan hasil bumi (pertanian) ke tepian sungai. Kemudian sejumlah perahu yang membawa tokoh masyarakat dan warga bergerak menuju muara di mana prosesi puncak ruwatan dilaksanakan.

Berdasarkan pantauan, sepanjang perjalanan, aroma busuk terus meruap dan mendatangkan ketaknyamanan tersendiri bagi sesiapa saja yang menyusuri Sungai Ciujung dengan perahu. Belum lagi pemandangan yang menyujuhkan ikan-ikan yang terkapar kaku di permukaan air, mendatangkan keprihatinan yang lebih dalam.

Di beberapa titik menuju muara Sungai Ciujung kita dapat melihat adanya aktivitas penambangan pasir yang menurut beberapa orang, adalah penambangan illegal. “Itu penambangan illegal,” kata Zul seorang warga yang serta dalam ruwatan.

Ketika hari makin terik, saat rombongan berada semakin dekat dengan muara, kita akan dapat menyaksikan kontradiksi yang nyata antara warna Sungai Ciujung (yang telah terkontaminasi) dengan warna air laut.

Dari pantauan kami, terdapat tiga warna yang sangat berbeda di muara. Pertama warna hitam pekat yang merupakan warna air Sungai Ciujung, warna kekuningan adalah warna air pada titik pertemuan Sungai Ciujung dan air laut (pada lokasi ini terdapat banyak bagan ikan milik warga, dan terakhir warna biru laut. Laut Biru, begitulah warga menyebut lokasi yang airnya berwarna biru, lokasi dimana puncak acara ruwatan dilaksanakan.

Selepas acara, rombongan perahu utama yang berisi para tokoh masyarakat pelaksana ritual kembali memasuki Sungai Ciujung diikuti rombongan perahu penyerta (berisi warga yang mendampingi prosesi).

Dampak menurunnya kualitas Sungai Ciujung terus dirasakan masyarakat setempat. Seiman (50 tahun), seorang nelayan setempat mengaku, dulu air Sungai Ciujung sangat bersih hingga dapat digunakan untuk minum dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dulu tidak perlu ke laut, cukup di Sungai Ciujung saja. Tidak sulit mendapat Rp100-200 ribu,” kenangnya.  Sekarang, kata dia, ikan tidak dapat hidup di Sungai Ciujung karena limbah membuat ikan mati. Hal senada dikatakan Yani (24 tahun), seorang nelayan muda yang masih menekuni pekerjaan sebagai nelayan.

Yani mengaku, ketika ia masih kecil, air sungai Ciujung terbilang bersih dan banyak ikan sehingga ia suka memancing. “Sekarang harus ke laut, dengan biaya melaut lebih besar, tangkapannya sedikit,” kata Yani.

Hal serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya yang menghadiri Ruwatan Sungai Ciujung. Ada warga yang mengatakan, untuk keperluan mandi saja mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli air, hal itu dilakukan karena kekhawatiran warga jika menggunakan air Sungai Ciujung mereka akan terkena sakit yang nantinya membutuhkan biaya lebih banyak untuk pengobatan. “Mending keluarkan uang Rp5 ribu dibandingkan sakit trus harus ke Puskesmas, ‘kan bisa lebih mahal,” celetuk seorang warga.

Karena kondisi itu, sejumlah warga setempat menggelar acara Ruwatan Sungai Ciujung yang diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah dan setiap orang serta dunia luar untuk mau melihat keadaan Sungai Ciujung dan bisa mengambil langkah pemulihan dengan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,991 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>