Don't miss

RT Harus Punya Database Warganya

By on November 2, 2013

Diskusi 29-10-13Komunitas Informasi Pojok JKN bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kutosari Kebumen menyelenggarakan “Dialog Warga” tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Oktober 2013 pukul 09.00 sampai 13.00 WIB bertempat di Balai Desa Kutosari. Peserta terdiri dari jajaran pemerintah desa dan para ketua RT se Desa Kutosari. Hadir sebagai nara sumber yaitu Kepala PT ASKES Kebumen Bapak Suwarto, dr H. Suprayitno Sekretaris Dinas Kesehatan Kebumen dan Drs Yudi dari BPS Kebumen.

Kartiko Nur Rahmanto, Moderator dialog menyampaikan prolog. Pada dialog yang di selenggarakan Komunitas Informasi Pojok JKN hari ini menghadirkan khusus jajaran pemerintah desa dan ketua RT se Desa Kutosari. Maksudnya adalah dalam rangka persiapan pelaksanaan JKN yang akan di berlakukan Januari 2014 mendatang. Pemerintah desa sampai RT harus mengawal warganya. Jangan sampai ada warga miskin yang mestinya berhak untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang ketinggalan. Peserta Jamkesmas 2013 ini akan secara otomatis menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan 2014, inipun harus di kawal dan di awasi. Bagaimana dengan warga miskin yang memang betul-betul miskin tetapi belum menjadi peserta Jamkesmas? Yang otomatis belum menjadi peserta PBI BPJS 2014 mendatang? Memang masih ada Jamkesda, tetapi pembiayaannya sharing 50 persen dengan pasien. Tetapi, di rasa masih membertkan warga miskin. Karena di Jamkesda ada batasan biaya dan pelayanan kesehatan. Sedangkan di kepesertaan PBI besok, tidak ada pembatasan biaya fasilitas kesehatan. Lebih detail nanti kita biasa dialog langsung dari nara sumber PT ASKES, Dinkes dan BPS, tegasnya.

Nara sumber pertama Bapak suwarto dari PT ASKES Kebumen, menyampaikan bahwa PT ASKES akan berubah nama menjadi BPJS Kesehatan. Kami hanya sebagai pelaksana administrasi. Data kepesertaan secara tehnis besok melalui pendaaftaran di kantor langsung, secara online, mapun melalui pihak ketiga. Secara rinci kami belum bisa menyampaikan tehnis jelasnya, karena baru di awal November mendatang, kami di undang ke Jakarta dalam rangka persiapan BPJS 2014. Tentu, kami nanti akan mensosialisasikannya jika sudah ada petunjuk dari pusat, tandasnya. JKN 2014 adalah asuransi nasional untuk seluruh warga negara Indonesia. Semua peserta wajib mengikutinya. Hanya saja, peserta yang tidak mampu atau miskin nanti di bayarkan oleh pemerintah. Selain itu, peserta wajib membayar iuran atau premi bulanan. Sedangkan fasilitasnya, tergantung yang di pilih, ada perawatan kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Khusus bagi peserta PBI yang iuran setiap bulannya di bayarkan pemerintah di tempatkan pada perawatan kesehatan kelas 3.

Adalah sejumlah uang yang di bayarkan secara teratur oleh peserta, pemberi kerja dan atau pemerintah untuk program jaminan kesehatan.

  1. Iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) di bayar oleh pemerintah. Ini kalau sekarang warga yang miskin yang punya kartu Jamkesmas
  2. Iuran bagi peserta pekerja penerima upah di bayar oleh pemberi kerja dan pekerja
  3. Iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja di bayar oleh yang bersangkutan

dr H Suprayitno menyampaikan, bagi warga miskin yang tidak memiliki kartu Jamkesmas yang dalam BPJS 2014 menjadi PBI bisa masuk ke dalam Jamkesda. Jamkesda sampai 2014 Kebumen masih ada. Tetapi untuk 2015, masih menunggu perkembangan peraturan apakah masih ada atau tidak. Kalau peserta PBI di tanggung pemerintah. Kalau peserta Jamkesda, biaya perawatannya sharing antara pihak RSUD dengan pasien bersangkutan. Jamkesda hanya ada di rumah sakit milik pemerintah. Sifat Jamkesda adalah bantuan. Dana sharing pun di batasi setingi-tingginya 5 juta. Demikian pula kalau di rujuk ke rumah sakit yang lebih atas, dana masih sharing antara kabupaten dan propinsi. Propinsi 40 %, kabupaten 60 %, 60 % ini di bagi dua dengan pasien bersangkutan membayar 30 %nya.

Persiapan 2014, RSUD menambah ruang atau tempat tidur rawat inap. Semula hanya 200 besok menjadi  400. Proses rujukan di lakukan dari Puskesmas sebagai pelayanan tingkat pertama, nanti baru ke rumah sakit, juga rujukan untuk rumah sakit yang lebih lengkap misalnya di Jogjakarta, harus melalui rujukan dari Kebumen.

RT Harus Mempunyai Database Warganya

Bapak Yudi K dari BPS Kebumen menyampaikan, BPS hanya sebagai pelaksana pendataan. petunjuk tehnis termasuk kriteria-kriterianya sudah ada dari pusat. Petugas BPS turun ke Desa akan membawa data pendataan sebelumnya. Sifatnya adalah update data warga yang sudah ada sebelumnya. Di ambil 40 data warga miskin di satu desa, kemudian di ambil 3 warga termiskin dari 40 untuk di wawancara. Sebelum petugas meninggalkan desa itu, akan ada tanda tangan ketua RT. Di situlah peran RT dalam pendataan yang dilakukan BPS. RT mulai sekarang harus mempunyai database warganya. Karena di RT lah yang tahu persis kondisi warganya. Kejadian masa lalau, dimana banyak RT yang mengusulkan orang terdekatnya (padahal mampu) untuk masuk menjadi data warga miskin jangan sampai terulang kembali. Bapak Yudi menegaskan, sambil menunggu barangkali ada pendataan di tahun 2014 mendatang mengenai data warganya, RT bisa membuat catatan data warganya yang msikin-miskin. Ketika ada pendataan, RT sudah mempunyai data untuk di usulkan ke petugas. Kejujuran RT sangat di tuntut di sini, karena implikasinya sangat serius, mana kala terdapat warga miskin yang tidak terdata. Pendataan BPS dalam PPLS 2011 kemarin di serhkan kepada TNP2K pusat. TNP2K lah yang memverifikasi menjadi data penerima bantuan seperti  Jamkesmas, Raskin, BLSM, dan lain-lain, tegasnya.

 

 

One comment on “RT Harus Punya Database Warganya

  1. Makin ASIK saja Kebumen, and Makin Mantabs Programnya ya..Sdh saatnya RT RW juga harus diberdayakan, bukan semata mata hanya menjadi tukang stempel warga sajA, tapi RT RW juga harus punya database warganya yg sllu update tentunya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

4,192 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>