Don't miss

Tenaga Kesehatan harus memahami sistem JKN dengan benar

By on July 1, 2014

2014-06-19 10.14.232014-06-19 11.36.22ASIK KEBUMEN-Kamis, 19 Juni 2014 bertempat di Aula PKU Muhammadiyah Kec. Kebumen, Komunitas Informasi Pojok JKN bersama Puskesmas Kebumen III lakukan diskusi kesehatan dengan warga kelurahan Panjer Kec. Kebumen. Kurang lebih 50 peserta hadir dalam acara tersebut. Hadir dokter-dokter keluarga, dr Jenti, dr Ariyanto dan drg Nurul Udi Astuti. Hadir sebagai narasumber, Hariyanto, penggerak Komunitas yang juga direktur K3D Kebumen di dampingi Nanang Wahidin Yusud dan Badruzzaman.

Bibit, Mewakili Kepala kelurahan Kebumen, memberikan sambutanya, bahwa di wilayah kelurahan Kebumen yang notabenenya adalah wilayah perkotaan, setahu kami sudah banyak yang mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. sampai saat ini pula, kami masih melayani warga yang tidak mampu dalam pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) ini untuk peserta Jamkesda. jadi walaupun, di wilayah kota, namun warga tidak mampu juga masih banyak di sini, ujar Bibit.

H. Tri Tunggal Eko Sapto SKM, MPH, dalam sambutanya mengatakan, ini adalah penyuluhan kesehatan putaran terakhir setelah kemarin kami bersama Komunitas Informasi Pojok JKN melakukan diskusi kesehatan di 5 desa/kelurahan. Secara khusus, Eko menyampaikan terima kasih kepada Komunitas, telah mengawal Puskesmas dengan menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini. Ini kegiatan yang formal, sedangkan pengawalan atau advokasi di wilayah Puskesmas Kebumen III tetap berjalan seterusnya. Kami juga mengahimbau, agar bilamana terdapat masalah kepesertaan maupun persoalan pelayanan kesehatan di rumah sakit, untuk di adukan ke Komunitas Informasi Pojok JKN, karena kami melihat, Komunitas ini bersinergi dan berkomunikasi dengan banyak pihak, sehingga masalah akan cepat teratasi, tegas Eko. Untuk informasi tentang JKN ini, jika warga masyarakat butuh penjelasan, datang saja langsung ke Puskesmas atau bisa hubungi kami dan dokter terdekat, bisa juga ke Komunitas Informasi Pojok JKN kami siap melayani, tambah Eko.
Hariyanto, menjelaskan tentang regulasi JKN, manfaat kepesertaan, prinsip JKN, mekanisme/prosedur pelayanan kesehatan dan sebagainya.

Salah satu bidan desa di kelurahan Kebumen, menyampaikan tentang pentingnya kepedulian RT kepada warganya yang tidak mampu. Dia mencontohkan salah satu RT di wilayah Kebumen mengalokasikan dana kas RT untuk mendaftarkan dan membiayai warganya yang tidak mampu. Kepedulian lingkungan ini sangat penting, karena warga bilamana sakit akan cepat tertolong.

Peserta lainnya juga menanyakan tentang sistem pelayanan JKN yang masih membingungkan warga. Dia menceritakan anggota keluarganya yang berobat/rawat inap di salah satu Rumah Sakit sebagai faskes tingkat II. Pasien di minta membeli infus di luar apotik rumah sakit dengan alasan, infus di rumah sakit habis. Ini pasien di rugikan, mestinya peserta BPJS kesehatan tidak ada urusan dengan infus maupun pembelian obat, keluhnya.

Hariyanto, menanggapi pengaduan salah satu peserta diskusi tersebut. Sistem JKN ini memang masih baru, butuh waktu untuk tenaga kesehatan di rumah sakit untuk memahami sistem JKN ini. Dengan kasus tersebut, dan juga kasus-kasus yang pernah kami dampingi di rumah sakit, ada pengakuan dari pihak rumah sakit, bahwas sistem JKN ini butuh waktu untuk di pahami secara menyeluruh. Peserta BPJS Kesehatan, dalam pelayanan perawatan kesehatan sama sekali tidak di pungut biaya. Termasuk untuk urusan obat dan alat perawatan kesehatan jika tidak tersedia di rumah sakit terkait. Dokter yang melayani, membuat resep untuk di sampaikan kepada komite etik rumah sakit, komite etik inilah yang akan merekomendasikan pembelian obat kepada farmasi rumah sakit untuk membeli obat di apotik lainnya yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, peserta tidak boleh di bebani biaya. Inilah yang kami dorong, agar seluruh tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, kepala bangsal, dokter, perawat dan tenaga lainnya harus memahami sistem JKN ini. Jika memang ada kasus karena tenaga kesehatan terkait belum memahami, kitapun tidak bisa menyalahkannya begitu saja. Namun, kita sampaikan ke pihak rumah sakit, agar sistem JKN ini berjalan dengan peraturan yang ada dan di pahami dengan benar. Kasus yang ada menjadi pelajaran bagi rumah sakit. kita akan mengawal hal itu, tegas Hariyanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,765 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>