Don't miss

Tentang

Tentang ASIK

Akses Informasi Berbasis Komunitas (ASIK) merupakan inisiatif yang dikembangkan Perkumpulan Media Lintas Komunitas (MediaLink) untuk mendorong kelompok masyarakat marjinal dapat memperoleh manfaat dari informasi yang beredar terkait persoalan yang dihadapi. Beberapa karakteristik ASIK adalah: akses informasi dimaknai sebagai sebuah manfaat yang diperoleh, bukan hanya sekedar pemerolehan informasi dari lembaga-lembaga publik pemerintah. Oleh karena itu, titik tekan dari ASIK bukan sekadar pada diperoleh tidaknya informasi yang diminta, tapi manfaat apa yang bisa diperoleh kelompok masyarakat, terutama marjinal, terkait informasi yang dibutuhkan.  Karakteristik berikutnya adalah informasi difokuskan pada informasi yang dibutuhkan oleh kelompok masyarakat tersebut (need based information).  Oleh karena itu identifikasi permasalahan yang dihadapi kelompok masyarakat dan informasi apa yang dibutuhkan menjadi sangat penting.

Bagaimana ASIK Dijalankan

Pada prinsipnya, ASIK berusaha mendorong kelompok masyarakat dapat memproduksi informasi versi mereka. Dengan demikian, suara kelompok tersebut dapat diperhatikan oleh pihak lain, terutama pemangku kebijakan sehingga memperoleh manfaat dari kebijakan yang dikeluarkan. ASIK dimulai dari proses perolehan informasi yang dibutuhkan (permintaan informasi ke lembaga public sebagai salah satu cara), reproduksi informasi yang diperoleh di level komunitas, dan produksi informasi versi mereka ke luar, melalui media mainstream atau media sosial.

Berdasar prinsip tersebut ASIK dilaksanakan dengan tiga tahap: pertama, kelompok masyarakat mencari informasi yang dibutuhkan terkait masalah yang sedang dihadapi. Pencarian informasi dilakukan baik ke lembaga-lembaga publik maupun pihak-pihak lain yang dianggap relevan. Tahap kedua, informasi yang telah diperoleh kemudian disebarluaskan ke komunitas dengan berbagai medium: gethok tular (penyebaran informasi dari mulut ke mulut), institusi sosial yang ada di masyarakat (pengajian, manakiban, dsb), pertemuan kelompok warga yang sengaja diselanggarakan serta melalui media komunitas (radio komunitas dan majalah dinding). Dari sini, kelompok warga diharapkan dapat menghasilkan informasi tentang permasalahan yang dihadapi versi mereka. Produksi informasi merupakan tahap ketiga dari ASIK. Dalam tahap ini, kelompok masyarakat sudah dapat mengeluarkan suara mereka baik melalui media mainstream dan media jejaring sosial. Kelompok masyarakat memiliki kemampuan berhubungan dengan media mainstream maupun melakukan mobilisasi informasi melalui media jejaring social. Dengan produksi informasi ini, diharapkan dapat mendesakkan aspirasi dan mempengaruhi kebijakan pemerintah yang terkait.

Contoh Pelaksanaan ASIK

Bekerjasama dengan Yayasan TIFA dan Open Society Initiative, ASIK dilaksanakan di kelompok masyarakat Korban Lumpur Lapindo di Besuki Timur Sidoarjo. Di sini, MediaLink bekerja bersama kelompok masyarakat setempat dan Posko Keselamatan Korban Lumpur Lapindo, mendorong pemanfaatan akses informasi untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi di sector ksehatan dan persiapan relokasi setelah wilayah Besuki Timur dimasukkan ke dalam Peta Terdampak. Seluruh proses pembelajaran akan coba didokumentasikan dalam website www.asik-medialink.org Harapannya, proses yang terjadi di Besuki dapat direplikasi di wilayah lainnya.