Don't miss

Warga Kumpulkan Bukti PT IKPP Cemari Sungai Ciujung

By on August 26, 2014

sampleSERANG — Masyarakat di sekitar Sungai Ciujung, Banten, terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti pencemaran Sungai Ciujung oleh PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Setelah memperoleh bukti dokumen audit lingkungan PT IKPP, kini masyarakat berusaha melakukan pemantauan mandiri atas kualitas air Sungai Ciujung.

Bekerjasama dengan Komunitas Riung Hijau (Banten), MediaLink (Jakarta), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Nasional dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), masyarakat sekitar DAS Sungai Ciujung menggelar pelatihan untuk pemantauan mandiri kualitas air dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti pencemaran Sungai Ciujung.

Minggu, 24 Agustus 2014, bertempat kediaman Bapak Isro dan praktek di pinggir Sungai Ciujung, Kampung Teras Bojong, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kab. Serang, beberapa  perwakilan masyarakat sekitar Sungai Ciujung antusias menghadiri pelatihan.

Pelatihan ini awalnya akan dihadiri juga oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Serang. Komunitas Riung Hijau telah melayangkan secara resmi surat undangan kepada BLHD Serang, namun pihak dari BLHD Serang tidak hadir tanpa konfirmasi. Hal ini tidak menjadikan halangan bagi warga untuk tetap menjalani pelatihan. Kehadiran Mukri Friatna dari WALHI tidak disia-siakan warga. Sebagai pemateri tunggal, Mukri memberikan paparan dan penjelasan yang dibutuhkan warga.

Materi pelatihan berfokus pada metode pengecekan kualitas air berdasarkan baik uji laboratorium maupun “amdal kijang” (analisis mengenai dampak lingkungan ‘kaki telanjang’). Mukri mengawali dengan memaparkan analisis perubahan, transek vegetasi, penentuan koordinat sampel air, sampai pada amdal kijang.  Selain teori, warga juga belajar melakukan praktik. Mereka memilih titik koordinat, mencoba mengambil sampel air dan mengemasnya agar siap dibawa ke laboratorium. Selain itu, mereka juga menerapkan teori amdal kijang secara langsung di lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ciujung.

Mukri Friatna menekankan, yang dibahas dalam pelatihan ini merupakan salah satu hak kita yang dijamin undang-undang untuk memperoleh lingkungan hidup yang bersih dan sehat. “Jika lingkungan tidak bersih dan sehat, artinya ini sudah ada yang melawan undang-undang dan konstitusi, karena hak kita sebagai warga negara sudah dirugikan,” tegasnya. “Bukan hanya manusia, hak makhluk hidup ciptaan Tuhan yang lain pun sudah tidak dihiraukan, seperti ikan, tumbuhan dan binatang lainnya menjadi sulit hidup,” imbuhnya.

Pelatihan ini dihadiri sekitar 30 orang perwakilan dari masyarakat dan beberapa komunitas. Masyarakat sangat bersemangat dalam mengikuti pelatihan ini mengingat kebutuhan akan data dan informasi yang didapat secara mandiri.

Dalam pelatihan ini masyarakat diharapkan mampu melakukan pemantauan kualitas air Sungai Ciujung dan sekitarnya secara mandiri dengan metode “kaki telanjang” maupun metode berbasis laboratorium.

Selain itu, masyarakat dapat mengumpulkan bukti-bukti pencemaran Sungai Ciujung secara mandiri, sehingga mampu melakukan counter data resmi yang kurang valid dan cenderung bias. Selanjutnya, bukti yang dihimpun secara mandiri tersebut dapat menjadi alat advokasi yang kuat dan efektif untuk memulihkan hak-hak masyarakat atas lingkungan yang berkualitas. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

3,765 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>